Rabu, 13 Januari 2010

JUAL : : : FIORI - Care and Beauty Lingerie





Bentuk tubuh wanita berubah setiap saat, disebabkan:

1. Kegemukan akibat pola makan yang tidak tepat ; Kebiasaan makan yang berlebihan,makan lewat malam, jumlah makanan yang tidak tetap dan sindrom ibu rumah tangga makan makanan yang tidak habis.

2. Daya Gravitasi ; Disebabkan bokong tidak didukung oleh rangka tulang, maka cenderung berubah bentuk/ kendur (tergantung pada gaya hidup seseorang)

3. Ketidak sesuaian dalam pemilihan pemakaian pakaian dalam yang terlalu besar atau terlalu kecil

4. Kebiasaan duduk dan berdiri yang tidak benar ;Menyebabkan bongkok, bentuk tulang belakang berubah dan sakit pinggang

5. Melahirkan anak ; Penambahan lemak setelah melahirkan dan perubahan tubuh setelah masa menyusui


Long torso dan Girdle FIORI membantu anda dalam menciptakan dan mengembalikan bentuktubuh yang indah secara langsung

Dapatkan produk pakaian dalam lainnya.

Kami menjual lingerie, pakaian dalam wanita & pria dengan harga terjangkau tentunya kualitas internasional dari bahan yang di-import dari Italia.

utk pemesanan

Hubungi Roma Saja : ke email : romaulisaja@gmail.com

Selasa, 02 Juni 2009

sulit dijangkau




SEJARAH

Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar bertanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut. Nama "Bencoolen" diperkirakan diambil dari sebuah nama bukit di Cullen, Skotlandia, Bin of Cullen (atau variasinya, Ben Cullen). Sejak 1713 dibangun benteng Marlborough (selesai 1719) yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun demikian, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi.

Baru semenjak dilaksanakannya Perjanjian London 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda, dengan imbalan Malaka (sekaligus penegasan kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung). Sejak itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas di daerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan, termasuk Soekarno. Di masa inilah Soekarno berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi isterinya.

Semenjak kemerdekaan Indonesia, Bengkulu pertama-tama menjadi keresidenan dalam Provinsi Sumatera Selatan. Baru semenjak 18 November 1968 ditingkatkan statusnya menjadi provinsi ke-26 (termuda sebelum Timor Timur).

Selasa, 20 Januari 2009

cakep


setiap moment harus diabadikan,
mumpung masih di Kawah Putih, Ciwidey

senang


sungguh menyenangkan ke kawah putih
ehhm
kawah hijau kali ya..
semua gembira

Sabtu, 10 Januari 2009

perjuangan

hidup layaknya di medan perang
bertempur,
dan bertahan,
hingga menjadi pemenang.
banyak yang dikorbankan

ketika mesiu nyaris habis, harus bertahan

ketika kalah,
pertempuran pun berakhir


setelah semua usai,

ada yang menunggu kita pulang
menyambut dan membuka tangan lebar-lebar
dan katakan 'kami mengasihimu'

Sabtu, 20 Desember 2008

uang



uang..
dulu, waktu harga minyak naik,
ongkos kendaraan umum ikutan naik.


sekarang,bahan bakar minyak (BBM) turun,
eh jasa angkutannya yang malas nurunin harga


ehhmm
gitu aja kok repot...

Sabtu, 06 Desember 2008

natal


bentar lagi natal,

Selamat Natal 25 Desember 2008 dan Tahun Baru 1 Januari 2009

Rabu, 03 Desember 2008

jelajah




Nova ada di majalah..

Senin, 24 November 2008

adat

Setelah wisuda Nova, ternyata mama punya rencana

ucapan syukur...
kumpul bersama keluarga di rumah Uda Tia, Cengkareng Jakarta Barat
ada Uda Tia dan Tante, semua adek-adek Tia, Riama, Rahel, Moses dan Becca, ada juga Uda Samuel, Tulang 'Gendut' Toba

Abang Benny dan Eda tidak datang, juga Saut karena disuruh 'jaga rumah'
Tapi mereka pasti ikut senang

Bapak memang tak ada, tapi kita tetap keluarga
Tapi yakinlah, dari jauh dia pasti senyum bahagia karena Nova sudah berhasil

Jangan sedih lagi...
tetap Semangat dan terus berjuang!!!

wisuda nova




Nova sudah wisuda.
SELAMAT!
Semoga tercapai apa yang dicita-citakan.

Kamis, 23 Oktober 2008

sahabat

Usah Kau Lara Sendiri


Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu

tak terbiasa kudapati terdiam mendura

Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu

sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat, bagi jiwa

saat batin merintih

usah kau lara sendiri

masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku

biar terbagi beban itu

dan tegar dirimu

Di depan sana cah'ya kecil tuk memandu

tak hilang arah kita berjalan

menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?

satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh

(ruth sahanaya&katon bagaskara)


Selasa, 21 Oktober 2008

ketua KPU



Setelah kontroversi keberangkatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke luar negeri, ternyata KPU tetap melanjutkan rencananya.
Sejak Minggu (19/10), dua anggota KPU Abdul Aziz dan Syamsulbahri pergi ke Beijing.
Tujuannya, untuk mensosialisasikan UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu dan tahapan pemilu bagi pemilih di luar negeri.
Mungkin pada jadwal selanjutnya akan ada keberangkatan selanjutnya untuk Anggota KPU yang lain.



foto : Pak Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary
diambil dari dokumentasi vivanews.com

Jumat, 17 Oktober 2008

sempat memiliki




....

Band: Yovie Nuno
Judul lagu: Sempat Memiliki
Judul Album: Special One

Mengapa kita bertemu
bila akhirnya dipisahkan
mengapa kita berjumpa
tapi akhirnya dijauhkan
kau bilang hatimu aku
nyatanya bukan untuk aku

bintang di langit nan indah
dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku di sana
di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau di sini
andai kau tetap denganku

aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan di benakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu
engkau mengatakan merindukan diriku lagi
ingin kusampaikan ku tak hanya sekedar rindu

....

Sabtu, 04 Oktober 2008

bagaimana

entah bagaimana lagi...


tidak ada lagi pakis
tidak ada lagi suplir
tidak ada lagi puisi...



Jakarta 2008

Rabu, 24 September 2008

hujan dan kusta




(gambar ini kudapat dari gmail.com, dampak penyakit kusta. namun, yakinlah penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin sejak dini)

Arif (11), bukan nama sebenarnya, berlari-lari kecil saat dipanggil ayahnya, Mulyadi (40). Sore itu, hujan deras mulai mengguyur kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat.


Arif mematuhi ayahnya dan langsung masuk ke rumahnya yang berukuran 1 x 3 meter. Masih dengan napas ngos-ngosan, Arif yang saat itu mengenakan kaus putih bergaris-garis hitam dan merah langsung duduk di samping ibunya, Sumirah (38).


Di ruangan temaram yang diterangi satu lampu pijar, bocah berparas manis dan berkulit hitam itu mengaku sedang menjalani pengobatan rawat jalan. Sejak pertengahan Desember 2006, Arif harus makan obat yang diberikan Puskesmas Tanah Abang secara rutin. Satu tahun lalu, seluruh tubuh siswa kelas lima di salah satu SD Negeri di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat itu dipenuhi bercak putih seperti panu. Bentol-bentol kemerahan di daun telinganya. Sesekali, persendian jari tangannya serasa ngilu. Otot-otot wajahnya serasa menebal dan memerah.
“Dulu sering pusing dan mual,” katanya menyebutkan gejala penyakit yang dideritanya.

Setelah makan obat rutin setiap hari, kondisinya berangsur membaik.
Bercak-bercak putih yang timbul di sekujur perut dan punggung Arif mulai memudar. Bentol-bentol kemerahan di daun telinga sudah tidak ada lagi dan mulai berubah kehitaman. Ngilu di persendian tangan dan rasa mual serta pusing tidak lagi dirasakannya.

Hingga sekarang Arif tidak tahu penyakit apa yang dideritanya. “Nggak tahu,” katanya pelan.

Sumirah
hanya tersenyum mendengar pengakuan polos putranya. Perempuan yang waktu itu mengenakan sarung batik tahu pasti penyakit apa yang diderita putra pertamanya itu. Berbekal informasi dari televisi, ibu rumah tangga ini menduga Arif menderita penyakit kusta. “Pada awalnya saya lihat di televisi, kok penyakitnya mirip dengan Arif. Lalu kita bawa ke puskesmas,” katanya.

Untuk memastikan penyakitnya, oleh puskesmas kecamatan, Arif diwajibkan memeriksakan diri ke laboratorium Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat agar diambil sampel kulitnya. Setelah menunggu sekitar seminggu, dugaan putranya benar terkena kuman lepra (Mycobacterium leprae).

Kaget, jelas hal pertama yang dirasakan Sumirah. Karena tidak mungkin putranya terkena penyakit kutukan ini. Sebab, suaminya yang pernah mengidap penyakit ini telah dinyatakan sembuh pada tahun 1993 lalu.
“Saya kaget sekali. Kok bisa kena, kan bapaknya sudah sembuh. Jadi tidak mungkin tertular lagi pada Arif,” katanya.

Kemungkinan bisa saja terjadi. Kata Mulyadi, dokter pernah bicara padanya. Menurut dokter, penyakit kusta yang pernah dideritanya dapat menular kepada anak-anaknya.
“Kata dokter sih begitu. Penyakit kusta dapat menular kepada orang yang sedarah dan hidup serumah dengan kita, apalagi, golongan darah saya dan Arif sama-sama O,” ujarnya.

Seperti istrinya, Mulyadi juga tidak menyangka putranya akan tertular penyakit ini. Sebab, upaya lepas dari penyakit kusta telah dilakukan. Minum obat secara teratur dan menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan.
“Setelah sembuh dari sakit, saya tidak pernah lagi naruh handuk sembarangan, selalu saya gantung dan angin-anginkan,” katanya.

Pada awalnya, kata Mulyadi, penyakit ini “diperoleh” dari teman sekamarnya di panti sosial. Karena sering bertukar baju dengan tiga teman sekamar itulah diduga Mulyadi tertular penyakit yang menjadi momok masyarakat ini.

Untungnya, sekarang kusta bukan lagi penyakit kutukan lagi. Sebab, obatnya sudah ditemukan. Jika minum secara teratur, mata rantai penularannya dapat diputus. Pasiennya pun dapat sembuh total. Buktinya, Arif. Anak pertama dari tiga bersaudara ini tetap mengikuti aktivitas sekolah seperti biasa. Bahkan, Arif menjadi kebanggaan orang tuanya atas prestasinya menerima beasiswa dari Sampoerna Foundation sebesar Rp 510.000 setiap semester.


Periksa ke Puskesmas



Kepala Puskesmas Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, dr Mirza, mengatakan sepanjang tahun 2007, jumlah pasien kusta bertambah tiga orang. Sehingga total keseluruhan sejak 2005 sebanyak sembilan orang. Angka ini menurutnya mengalami peningkatan, sebab pada pertengahan tahun sudah bertambah tiga pasien.
Masih banyak warga yang belum tahu tanda-tanda penyakit ini. Sebagai contoh, tahun 2005, pasien kusta di Puskesmas Tanah Abang, sebut saja namanya Joko (50), menderita sakit dengan gejala yang sama dialami Arif. Berbagai pengobatan alternatif hingga ke Semarang, Jawa Tengah juga disambangi untuk menyembuhkan penyakit aneh ini. Sayang tidak kunjung sembuh dan mulai kronis dengan munculnya atropi yang khas di jari-jarinya.

“Sayang cukup terlambat, sehingga tanda-tanda cacat sudah mulai muncul. Tapi, sekarang setelah diperiksa di puskesmas dan rutin minum obat, kondisi pasien membaik,” katanya. Mirza mengingatkan agar warga peduli pada kesehatannya sendiri.
Apabila menemukan bercak-bercak putih yang mati rasa, bentol kemerahan di daun telinga dan ngilu pada persendian, segera memeriksakan diri ke puskesmas. Tindakan ini dapat membantu memutus mata rantai penyakit kusta.

Hujan sudah berhenti, namun Arif enggan melanjutkan kegiatannya di luar.
"Tadi saya panggil karena Arif tidak boleh kena air hujan. Air hujan dapat membuat badan menjadi linu," kata Mulyadi.

Senin, 15 September 2008

bondol


kemarin aku potong rambut

bondol abiisss

mulanya dibilang aku cakep dengan model ini

tapi belakangan

aku lebih manis dengan rambut sebahu



btw, foto ini diabadikan oleh Ninuk Cucu Suwanti lho

i like monday

Senin...

hari ini kembali kerja

tampil dengan model rambut baru

bondol abiss

aku belum punya foto sendiri

tapi secepatnya akan dipajang di sini


hehehe

Sabtu, 13 September 2008

siapa suruh datang Jakarta



hari ini kami harus kembali ke Jakarta
sebab tiket sudah dibeli
kami keluar dari Sekar Ayu sejak pukul 14.30
supaya check in lebih awal

nggak terlambat lagi..
gitu loh

pukul 16.30 kami pun meninggalkan Kota Seni ini dari Bandara International Yogyakarta Adisutjipto.

perjalanan diperkirakan menghabiskan waktu 57 menit.

langit Jawa biru
sesekali burung besi ini bergoncang menembus tumpukan kabut
akhirnya Garuda ini pun mendarat dengan sempurna tepat 17.40-an.

aku sudah menghubungi pria yang berjanji akan menjemputku di stasiun Gambir. Entahlah dia akan tepat waktu atau tidak

kita lihat saja nanti

Jumat, 12 September 2008

yogyakarta2


pukul 16.18

aku sudah tiba di hotel
barusan kami -aku, bang ujang dan mas rohman- keliling Yogyakarta
naik taksi
perjalanan dimulai dari hotel, ke jalan Adisucipto, Tomoho, aku lupa nama jalan yang lain..terus ke kesultanan, ke pabrik pembuatan bakpia pathok untuk oleh-oleh lalu ke pasar-mencari batik-..




fuih
capek

tapi masih SEMANGAT

hehehe





sekarang aku sudah di kamar

istirahat dulu
sebelum beraksi lagi
keliling Yogyakarta malam nanti






Yogyakarta..
indah
sejuk
jawa banget

ada penampilan kusir andong yang menarik..
blankon menutupi rambutnya
tapi...
di bawahnya bo..
pake jeans belel
:)


makanannya???
semuanya serba manis
cap cay yang gosipnya berasal dari Sumatera pun rasanya dibuat manis

waktu minum teh pun, aku terpaksa menambah air putih

mungkin kah rasanya seperti itu juga karena aku pun sudah manis??
jadi makananku nggak perlu ditambah gula lagi

hahaha


sekarang aku istirahat dulu...

yogyakarta



akhirnya tiba di Yogyakarta

pulang ke kotamu...

stasiun Tugu Yogyakarta sudah terlihat di 05.51 tadi.





kendaraan beroda tiga itu kunaiki hingga ke Sekar Ayu
tidak begitu jauh dari stasiun.




Hanya sedikit mendaki
pengayuh becak yang mulai renta itu terpaksa berhenti mengayuh
mendorong sumber pencariannya ini hingga berhenti ke tujuanku

hari masih terlalu pagi
penjaga belum bangun
dia terjaga setelah ucap salam mengganggu telinganya

rupanya

kamarku sudah disiapkan
ada ruangan kosong cukup rapi di dekat reception
aku masuk dan merebahkan badan
tidak ngantuk karena sudah tidur di kereta

hanya lelah

bosan di perjalanan

Yogyakarta indah
masih alami
ramah
rasanya seperti kembali pulang ke rumah