hidup layaknya di medan perang
bertempur,
dan bertahan,
hingga menjadi pemenang.
banyak yang dikorbankan
ketika mesiu nyaris habis, harus bertahan
ketika kalah,
pertempuran pun berakhir
setelah semua usai,
ada yang menunggu kita pulang
menyambut dan membuka tangan lebar-lebar
dan katakan 'kami mengasihimu'
Sabtu, 10 Januari 2009
Sabtu, 20 Desember 2008
uang
Sabtu, 06 Desember 2008
Rabu, 03 Desember 2008
Senin, 24 November 2008
adat
Setelah wisuda Nova, ternyata mama punya rencana
ucapan syukur...
kumpul bersama keluarga di rumah Uda Tia, Cengkareng Jakarta Barat
ada Uda Tia dan Tante, semua adek-adek Tia, Riama, Rahel, Moses dan Becca, ada juga Uda Samuel, Tulang 'Gendut' Toba
Abang Benny dan Eda tidak datang, juga Saut karena disuruh 'jaga rumah'
Tapi mereka pasti ikut senang
Bapak memang tak ada, tapi kita tetap keluarga
Tapi yakinlah, dari jauh dia pasti senyum bahagia karena Nova sudah berhasil
Jangan sedih lagi...
tetap Semangat dan terus berjuang!!!
ucapan syukur...
kumpul bersama keluarga di rumah Uda Tia, Cengkareng Jakarta Barat
ada Uda Tia dan Tante, semua adek-adek Tia, Riama, Rahel, Moses dan Becca, ada juga Uda Samuel, Tulang 'Gendut' Toba
Abang Benny dan Eda tidak datang, juga Saut karena disuruh 'jaga rumah'
Tapi mereka pasti ikut senang
Bapak memang tak ada, tapi kita tetap keluarga
Tapi yakinlah, dari jauh dia pasti senyum bahagia karena Nova sudah berhasil
Jangan sedih lagi...
tetap Semangat dan terus berjuang!!!
Kamis, 23 Oktober 2008
sahabat
Usah Kau Lara Sendiri
Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas galau mata ingin berbagi cerita
Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa
Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu
Di depan sana cah'ya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya
Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh
(ruth sahanaya&katon bagaskara)
Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas galau mata ingin berbagi cerita
Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa
Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu
Di depan sana cah'ya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya
Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh
(ruth sahanaya&katon bagaskara)
Selasa, 21 Oktober 2008
ketua KPU
Setelah kontroversi keberangkatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke luar negeri, ternyata KPU tetap melanjutkan rencananya.
Sejak Minggu (19/10), dua anggota KPU Abdul Aziz dan Syamsulbahri pergi ke Beijing.
Tujuannya, untuk mensosialisasikan UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu dan tahapan pemilu bagi pemilih di luar negeri.
Mungkin pada jadwal selanjutnya akan ada keberangkatan selanjutnya untuk Anggota KPU yang lain.
foto : Pak Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary
diambil dari dokumentasi vivanews.com
Jumat, 17 Oktober 2008
sempat memiliki

....
Band: Yovie Nuno
Judul lagu: Sempat Memiliki
Judul Album: Special One
Mengapa kita bertemu
bila akhirnya dipisahkan
mengapa kita berjumpa
tapi akhirnya dijauhkan
kau bilang hatimu aku
nyatanya bukan untuk aku
bintang di langit nan indah
dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku di sana
di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau di sini
andai kau tetap denganku
aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan di benakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu
engkau mengatakan merindukan diriku lagi
ingin kusampaikan ku tak hanya sekedar rindu
....
Sabtu, 04 Oktober 2008
bagaimana
entah bagaimana lagi...
tidak ada lagi pakis
tidak ada lagi suplir
tidak ada lagi puisi...
Jakarta 2008
tidak ada lagi pakis
tidak ada lagi suplir
tidak ada lagi puisi...
Jakarta 2008
Rabu, 24 September 2008
hujan dan kusta

(gambar ini kudapat dari gmail.com, dampak penyakit kusta. namun, yakinlah penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin sejak dini)
Arif (11), bukan nama sebenarnya, berlari-lari kecil saat dipanggil ayahnya, Mulyadi (40). Sore itu, hujan deras mulai mengguyur kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat.
Arif mematuhi ayahnya dan langsung masuk ke rumahnya yang berukuran 1 x 3 meter. Masih dengan napas ngos-ngosan, Arif yang saat itu mengenakan kaus putih bergaris-garis hitam dan merah langsung duduk di samping ibunya, Sumirah (38).
Di ruangan temaram yang diterangi satu lampu pijar, bocah berparas manis dan berkulit hitam itu mengaku sedang menjalani pengobatan rawat jalan. Sejak pertengahan Desember 2006, Arif harus makan obat yang diberikan Puskesmas Tanah Abang secara rutin. Satu tahun lalu, seluruh tubuh siswa kelas lima di salah satu SD Negeri di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat itu dipenuhi bercak putih seperti panu. Bentol-bentol kemerahan di daun telinganya. Sesekali, persendian jari tangannya serasa ngilu. Otot-otot wajahnya serasa menebal dan memerah.
“Dulu sering pusing dan mual,” katanya menyebutkan gejala penyakit yang dideritanya.
Setelah makan obat rutin setiap hari, kondisinya berangsur membaik.
Bercak-bercak putih yang timbul di sekujur perut dan punggung Arif mulai memudar. Bentol-bentol kemerahan di daun telinga sudah tidak ada lagi dan mulai berubah kehitaman. Ngilu di persendian tangan dan rasa mual serta pusing tidak lagi dirasakannya.
Hingga sekarang Arif tidak tahu penyakit apa yang dideritanya. “Nggak tahu,” katanya pelan.
Sumirah hanya tersenyum mendengar pengakuan polos putranya. Perempuan yang waktu itu mengenakan sarung batik tahu pasti penyakit apa yang diderita putra pertamanya itu. Berbekal informasi dari televisi, ibu rumah tangga ini menduga Arif menderita penyakit kusta. “Pada awalnya saya lihat di televisi, kok penyakitnya mirip dengan Arif. Lalu kita bawa ke puskesmas,” katanya.
Untuk memastikan penyakitnya, oleh puskesmas kecamatan, Arif diwajibkan memeriksakan diri ke laboratorium Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat agar diambil sampel kulitnya. Setelah menunggu sekitar seminggu, dugaan putranya benar terkena kuman lepra (Mycobacterium leprae).
Kaget, jelas hal pertama yang dirasakan Sumirah. Karena tidak mungkin putranya terkena penyakit kutukan ini. Sebab, suaminya yang pernah mengidap penyakit ini telah dinyatakan sembuh pada tahun 1993 lalu.
“Saya kaget sekali. Kok bisa kena, kan bapaknya sudah sembuh. Jadi tidak mungkin tertular lagi pada Arif,” katanya.
Kemungkinan bisa saja terjadi. Kata Mulyadi, dokter pernah bicara padanya. Menurut dokter, penyakit kusta yang pernah dideritanya dapat menular kepada anak-anaknya.
“Kata dokter sih begitu. Penyakit kusta dapat menular kepada orang yang sedarah dan hidup serumah dengan kita, apalagi, golongan darah saya dan Arif sama-sama O,” ujarnya.
Seperti istrinya, Mulyadi juga tidak menyangka putranya akan tertular penyakit ini. Sebab, upaya lepas dari penyakit kusta telah dilakukan. Minum obat secara teratur dan menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan.
“Setelah sembuh dari sakit, saya tidak pernah lagi naruh handuk sembarangan, selalu saya gantung dan angin-anginkan,” katanya.
Pada awalnya, kata Mulyadi, penyakit ini “diperoleh” dari teman sekamarnya di panti sosial. Karena sering bertukar baju dengan tiga teman sekamar itulah diduga Mulyadi tertular penyakit yang menjadi momok masyarakat ini.
Untungnya, sekarang kusta bukan lagi penyakit kutukan lagi. Sebab, obatnya sudah ditemukan. Jika minum secara teratur, mata rantai penularannya dapat diputus. Pasiennya pun dapat sembuh total. Buktinya, Arif. Anak pertama dari tiga bersaudara ini tetap mengikuti aktivitas sekolah seperti biasa. Bahkan, Arif menjadi kebanggaan orang tuanya atas prestasinya menerima beasiswa dari Sampoerna Foundation sebesar Rp 510.000 setiap semester.
Periksa ke Puskesmas
Kepala Puskesmas Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, dr Mirza, mengatakan sepanjang tahun 2007, jumlah pasien kusta bertambah tiga orang. Sehingga total keseluruhan sejak 2005 sebanyak sembilan orang. Angka ini menurutnya mengalami peningkatan, sebab pada pertengahan tahun sudah bertambah tiga pasien.
Masih banyak warga yang belum tahu tanda-tanda penyakit ini. Sebagai contoh, tahun 2005, pasien kusta di Puskesmas Tanah Abang, sebut saja namanya Joko (50), menderita sakit dengan gejala yang sama dialami Arif. Berbagai pengobatan alternatif hingga ke Semarang, Jawa Tengah juga disambangi untuk menyembuhkan penyakit aneh ini. Sayang tidak kunjung sembuh dan mulai kronis dengan munculnya atropi yang khas di jari-jarinya.
“Sayang cukup terlambat, sehingga tanda-tanda cacat sudah mulai muncul. Tapi, sekarang setelah diperiksa di puskesmas dan rutin minum obat, kondisi pasien membaik,” katanya. Mirza mengingatkan agar warga peduli pada kesehatannya sendiri.
Apabila menemukan bercak-bercak putih yang mati rasa, bentol kemerahan di daun telinga dan ngilu pada persendian, segera memeriksakan diri ke puskesmas. Tindakan ini dapat membantu memutus mata rantai penyakit kusta.
Hujan sudah berhenti, namun Arif enggan melanjutkan kegiatannya di luar.
"Tadi saya panggil karena Arif tidak boleh kena air hujan. Air hujan dapat membuat badan menjadi linu," kata Mulyadi.
Senin, 15 September 2008
bondol
i like monday
Senin...
hari ini kembali kerja
tampil dengan model rambut baru
bondol abiss
aku belum punya foto sendiri
tapi secepatnya akan dipajang di sini
hehehe
hari ini kembali kerja
tampil dengan model rambut baru
bondol abiss
aku belum punya foto sendiri
tapi secepatnya akan dipajang di sini
hehehe
Sabtu, 13 September 2008
siapa suruh datang Jakarta
hari ini kami harus kembali ke Jakarta
sebab tiket sudah dibeli
kami keluar dari Sekar Ayu sejak pukul 14.30
supaya check in lebih awal
nggak terlambat lagi..
gitu loh
pukul 16.30 kami pun meninggalkan Kota Seni ini dari Bandara International Yogyakarta Adisutjipto.
perjalanan diperkirakan menghabiskan waktu 57 menit.
langit Jawa biru
sesekali burung besi ini bergoncang menembus tumpukan kabut
akhirnya Garuda ini pun mendarat dengan sempurna tepat 17.40-an.
aku sudah menghubungi pria yang berjanji akan menjemputku di stasiun Gambir. Entahlah dia akan tepat waktu atau tidak
kita lihat saja nanti
Jumat, 12 September 2008
yogyakarta2
pukul 16.18
aku sudah tiba di hotel
barusan kami -aku, bang ujang dan mas rohman- keliling Yogyakarta
naik taksi
perjalanan dimulai dari hotel, ke jalan Adisucipto, Tomoho, aku lupa nama jalan yang lain..terus ke kesultanan, ke pabrik pembuatan bakpia pathok untuk oleh-oleh lalu ke pasar-mencari batik-..
fuih
capek
tapi masih SEMANGAT
hehehe
sekarang aku sudah di kamar
istirahat dulu
sebelum beraksi lagi
keliling Yogyakarta malam nanti
Yogyakarta..
indah
sejuk
jawa banget
ada penampilan kusir andong yang menarik..
blankon menutupi rambutnya
tapi...
di bawahnya bo..
pake jeans belel
:)
makanannya???
semuanya serba manis
cap cay yang gosipnya berasal dari Sumatera pun rasanya dibuat manis
waktu minum teh pun, aku terpaksa menambah air putih
mungkin kah rasanya seperti itu juga karena aku pun sudah manis??
jadi makananku nggak perlu ditambah gula lagi
hahaha
sekarang aku istirahat dulu...
yogyakarta
akhirnya tiba di Yogyakarta
pulang ke kotamu...
stasiun Tugu Yogyakarta sudah terlihat di 05.51 tadi.
kendaraan beroda tiga itu kunaiki hingga ke Sekar Ayu
tidak begitu jauh dari stasiun.
Hanya sedikit mendaki
pengayuh becak yang mulai renta itu terpaksa berhenti mengayuh
mendorong sumber pencariannya ini hingga berhenti ke tujuanku
hari masih terlalu pagi
penjaga belum bangun
dia terjaga setelah ucap salam mengganggu telinganya
rupanya
kamarku sudah disiapkan
ada ruangan kosong cukup rapi di dekat reception
aku masuk dan merebahkan badan
tidak ngantuk karena sudah tidur di kereta
hanya lelah
bosan di perjalanan
Yogyakarta indah
masih alami
ramah
rasanya seperti kembali pulang ke rumah
Kamis, 11 September 2008
telat
kalian tahu?
hari ini aku harus ke Yogya, undangan dari sebuah instansi lembaga independent.
sialnya,
aku tertinggal pesawat 13.25
harusnya aku check in jam 12.45
tapi baru nyampe bandara jam 13.05
fuih..
dodol.
panik, bingung jelas..
malu juga karena kok bisa telat, ngapain aja
kesal juga..
minta bantuan sana sini gagal..
Kepala Stasiun Senen Barosad tak mau diganggu
alasannya sedang diwawancarai tivi
cowok yang ngaku sebagai calon suami.
dihubungi susah banget..
ehm..
mungkin dia sibuk
meski setengah jam kemudian dia menghubungi..
payah
aku bete juga karena ada pembayaran tambahan 50% dari biaya tiket kalau mau ikut penerbangan berikutnya.
kata petugas kasir sekitar Rp 312 rb.
lumayan berat
di samping itu, aku harus menunggu (waiting list) bangku kosong.
arrghh
padahal tadi kupikir...(ini nih yang masalah, selalu gunakan kata kupikir) temanku bisa back up check in.
hp handphone low, komunikasi terputus.
si ujang rupanya sms, check in tidak bisa dilakukan tanpa yang bersangkutan.
sekarang aku bingung
menyesal buang waktu dengan sepele
aku punya dua pilihan, naik pesawat berikutnya, tentunya bayar..hehehe
dan menunggu
atau naik kereta dari jakarta
kita lihat saja nanti.
maaf ya Bang Ujang
jadi merepotkanmu
aku memang suka dan sering telat
tahu nggak, ini bukan pertama kalinya aku ketinggalan pesawat
hehehe
jadi malu
akhirnya aku pilih naik kereta
pria si calon suamiku itu yang mengaturnya
ternyata besok, jadwal kegiatan kosong
semuanya diundur sabtu.
syukurlah..
hari ini aku harus ke Yogya, undangan dari sebuah instansi lembaga independent.
sialnya,
aku tertinggal pesawat 13.25
harusnya aku check in jam 12.45
tapi baru nyampe bandara jam 13.05
fuih..
dodol.
panik, bingung jelas..
malu juga karena kok bisa telat, ngapain aja
kesal juga..
minta bantuan sana sini gagal..
Kepala Stasiun Senen Barosad tak mau diganggu
alasannya sedang diwawancarai tivi
cowok yang ngaku sebagai calon suami.
dihubungi susah banget..
ehm..
mungkin dia sibuk
meski setengah jam kemudian dia menghubungi..
payah
aku bete juga karena ada pembayaran tambahan 50% dari biaya tiket kalau mau ikut penerbangan berikutnya.
kata petugas kasir sekitar Rp 312 rb.
lumayan berat
di samping itu, aku harus menunggu (waiting list) bangku kosong.
arrghh
padahal tadi kupikir...(ini nih yang masalah, selalu gunakan kata kupikir) temanku bisa back up check in.
hp handphone low, komunikasi terputus.
si ujang rupanya sms, check in tidak bisa dilakukan tanpa yang bersangkutan.
sekarang aku bingung
menyesal buang waktu dengan sepele
aku punya dua pilihan, naik pesawat berikutnya, tentunya bayar..hehehe
dan menunggu
atau naik kereta dari jakarta
kita lihat saja nanti.
maaf ya Bang Ujang
jadi merepotkanmu
aku memang suka dan sering telat
tahu nggak, ini bukan pertama kalinya aku ketinggalan pesawat
hehehe
jadi malu
akhirnya aku pilih naik kereta
pria si calon suamiku itu yang mengaturnya
ternyata besok, jadwal kegiatan kosong
semuanya diundur sabtu.
syukurlah..
Selasa, 09 September 2008
jalan-jalan ke luar negeri mungkin batal
Tidak kuat menahan protes publik, tampaknya rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke luar negeri sepertinya akan batal.
Tapi, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary waktu ditanyain tadi pagi bicara dengan nada kesal.
"Apalagi seh...(nama aye disebut)???? Pagi-pagi sudah telepon. Akh, nggak usah nanyain soal ke luar negeri. Ntar tersinggung, kami masih ngurusin yang lain-lain dulu. Tapi memang rencananya kami mau membatalkan itu. Tapi keputusannya tetap tergantung dari pleno KPU," kata ahli fikih lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini.
Yah..batal deh, Jakarta bisa sepi berita nih..
hehehe
Tapi, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary waktu ditanyain tadi pagi bicara dengan nada kesal.
"Apalagi seh...(nama aye disebut)???? Pagi-pagi sudah telepon. Akh, nggak usah nanyain soal ke luar negeri. Ntar tersinggung, kami masih ngurusin yang lain-lain dulu. Tapi memang rencananya kami mau membatalkan itu. Tapi keputusannya tetap tergantung dari pleno KPU," kata ahli fikih lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini.
Yah..batal deh, Jakarta bisa sepi berita nih..
hehehe
Sabtu, 06 September 2008
tulang rusuk

pernahkah kalian jatuh cinta?
bagaimana rasanya??
rasanya indah banget...
maunya ketemu terus,
memperhatikan matanya
memperhatikan hidungnya
memperhatikan bibirnya
memperhatikan giginya
memperhatikan kerut-kerut di pinggir matanya...
mencium aroma keringatnya
merasakan hangatnya
ah indahnya
ehhmm
itu kalau sedang jatuh cinta
ketika perasaan itu hilang, terbang dibawa angin lalu, apa yang kau rasakan?
campur aduk tak keruan?
menangis?
curhat ke teman-teman?
berdoa lebih banyak?
berpuasa lebih sering?
mencari penggantinya?
masing-masing punya cara menghapus luka...
kupikir, setiap perempuan telah 'dituduh' mencuri satu tulang rusuk laki-laki.
dan,
perempuan itu harus mengembalikan tulang rusuk yang diambilnya,
meletakannya kembali di ruang kosong,
tepat didekat hati kekasihnya...
harus kuat
Oleh sebab itu jiwaku hancur dalam diriku;
hari-hari kesengsaraan mencekam aku.
pada waktu malam tulang-tulangku seperti digerogoti,
dan rasa nyeri yang menusuk tak kunjung berhenti..
Ia telah menghempaskan aku ke dalam lumpur,
dan aku sudah menyerupai debu dan abu.
Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab;
aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku..(Ayub 30:16-17+20)
Tuhan..
Jika aku terbang dengan sayap fajar dan membuat kediaman di ujung laut,
juga tangan kanan-Mu lah yang menuntun aku...

Langganan:
Postingan (Atom)
